
Teknologi Pemisahan Air
Teknologi pemecahan air (Deutrosulfazyme) menguraikan molekul H₂O menjadi nascent hidrogen dan nascent oksigen melalui reaksi berantai yang melibatkan 500.000 molekul air sekaligus.
Nascent Hidrogen mendukung proses rekonstruksi dan memperbaiki sel.
Nascent Oksigen akan memburu Radikal Bebas untuk di stabilkan dan Menciptakan Oksigen Stabil.
Kadar Oksigen yang tinggi akan membantu meghilangkan patogen penyakit yang bersifat anaerobik.
"Sebagian besar bakteri, virus, jamur, parasit, dan patogen penyakit bersifat anaerobik—dengan kata lain, sel kanker, virus, dan bakteri tidak dapat berkembang dalam lingkungan beroksigen tinggi." -Dr. Otto Warburg-


Menciptakan Oksigen Didalam Tubuh
&
Memperbaiki Sel


PENGENALAN
Asal-usul Tubuh Manusia
Kehidupan dimulai dari peleburan sel sperma dan sel ovum menjadi satu sel. Selama lebih dari 9 bulan, sel ini terus membelah diri membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, organ membentuk sistem, dan sistem membentuk tubuh seorang bayi. Tubuh manusia yang sempurna terdiri dari 216 jenis sel dengan jumlah sekitar 80 triliun sel. Sel adalah bagian terkecil dan paling vital dalam tubuh—jika sel rusak, berbagai masalah kesehatan dan penyakit akan muncul.


Kebutuhan Sel & Peran Utama Oksigen
Agar sel sehat, dibutuhkan empat hal: oksigen yang cukup, air bersih, nutrisi seimbang, dan energi sinar matahari. Di antara semua kebutuhan tersebut, oksigen adalah yang paling utama. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu, tanpa air selama berhari-hari, tetapi tanpa oksigen hanya dalam hitungan menit—kematian pun terjadi.
Oksigen adalah elemen tak berwujud, tak berwarna, dan tak berbau. Prosesnya: oksigen diserap melalui paru-paru, masuk ke sel-sel darah, lalu didistribusikan ke seluruh tubuh. Sebanyak 80% dari produksi energi, aktivitas sel, dan metabolisme tubuh membutuhkan oksigen. Oksigen membuat jantung berfungsi baik, otak mampu berpikir, mental kuat, serta menjaga sistem kekebalan tubuh dan stamina dalam melawan bakteri jahat.
Ancaman bagi Sel
Setiap hari, tubuh dan sel kita tercemar oleh berbagai racun: pewarna, perasa, pengawet makanan, pestisida, pupuk kimia, obat-obatan, alkohol, pencemaran air, radiasi sinar matahari, polusi udara, serta radikal bebas akibat stres oksidatif. Fakta menunjukkan kadar oksigen di udara saat ini berada di bawah 20%—padahal jika kadar oksigen turun hingga 6%, makhluk hidup tidak akan bertahan.
Kekurangan oksigen di tingkat sel menyebabkan berbagai gangguan: pusing, hilang ingatan, masalah pencernaan, mudah ngantuk, mudah lelah, kurang semangat, dan lainnya. Para ahli menyatakan:
Steven A. Levin, Ph.D: Kekurangan oksigen di tingkat sel menimbulkan berbagai penyakit
Arthur C. Guyton, M.D: Semua penyakit kronis disebabkan kekurangan oksigen di tingkat sel
Dr. Harry GoldBlatt: Kekurangan oksigen menjadi penyebab utama sel sehat berubah menjadi sel kanker


Bahayanya Radikal Bebas


Radikal bebas adalah spesies oksigen dengan elektron tidak berpasangan, dan menjadi penyebab 80% penyakit modern. Jenisnya meliputi superoksida (O₂⁺), hidroksi (OH⁻), hidrogen peroksida (H₂O₂), dan oksigen radikal bebas (O⁺) yang paling banyak ditemukan dalam tubuh manusia. Akibat kekurangan oksigen dan radikal bebas dapat memicu masalah peredaran darah, diabetes, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, hingga kanker. Setiap orang berpeluang terkena penyakit.
Solusi yang diperlukan adalah detoksifikasi (pengeluaran racun), balancing (menormalkan fungsi sel dan metabolisme), serta nutrition (pemberian nutrisi cukup dan seimbang). Linus Pauling, Ph.D menegaskan bahwa pengobatan modern bukan jawaban—tingginya nutrisi sel adalah solusinya. John Muntz, D.O., Ph.D juga menyatakan bahwa oksigen perlu disuplementasikan dengan suplemen nutrisi sebagai oksigen stabil.
Grenville Scullard (Juara Dunia Bersepeda):
"CELLFOOD memiliki kemampuan mengembalikan seluruh oksigen ke dalam sistem dan memperbaiki seluruh sistem tubuh."
Winnie Mandela (Mantan First Lady Afrika Selatan):
"Selepas mengkonsumsi CELLFOOD, saya tidak lagi membutuhkan obat untuk diabetes dan hipertensi. Cellfood telah menolong dan menyehatkan saya."



Cellfood Gudang Nutrisi
129 jenis nutrisi langsung untuk sel
78 mineral,
34 enzim
17 asam amino
77.000 Angstrom / Tetes
(Manusia biasa Memiliki 6.500 Angstrom, Penderita kanker hanya 1.875 Angstrom)
Protein aerobik, Deuteron,
Elektrolit & Oksigen Terlarut.
Diekstrak secara kriogenik (pendinginan ekstrem) tanpa bahan kimia, sehingga benar-benar non-toksik dan bebas alkohol, glukosa, serta zat terlarang dalam asosiasi atletik internasional.

KEUNGGULAN CELLFOOD
MEMBANTU :
Mendaur ulang Radikal Bebas
Meningkatkan jumlah oksigen di dalam tubuh
Menguatkan fungsi pemulihan dan perbaikan sel
Mengeluarkan racun dalam darah
Menyeimbangkan pH tubuh
Mencegah terjadinya penyakit modern
Menaikkan antibodi
Jurnal Cellfood
Laporan Analitis : Oksigen yang terlarut
Menguji jumlah oksigen yang larut didalam air, dan mendemonstrasikan peningkatan oksigen yang terlarut seiring waktu
Diskusi : 10 tetes Cellfood ditambah ke Air yang sudah dimurnikan dan di deionisasi. Pengukuran oksigen terlarut diambil pada waktu 0 dan pada 15 (+15%), 30(+32%) dan 60 menit (+58%)
Pengujian dilakukan oleh sebuah Laboratorium independen bersertifikasi FDA
https://nuscience.com/wp-content/uploads/Dissolved-Oxygen_Layout-1.pdf


Perlindungan antioxidan dari Cellfood melawan kerusakan oxidasi
Efektifitas Cellfood terbukti melalui subyek yang mengidap Fibromalgia (Penyakit nyeri sekujur tubuh, rasa lelah & susah tidur) dan atlit, mungkin dikarenakan oleh proteksi antioksidan
Cellfood menjaga kedua molekul (GSH & DNA) dan sel (eukariot dan limfosit) dari oksidasi
Cellfood berpotensi menjadi alat bantu yang sangat berharga dalam pencegahan dan perawatan dari berbagai kondisi yang berhubungan dengan stress oksidatif
University of Urbino “Carlo Bo”, Department of Biomolecular Sciences, Section of Clinical Biochemistry, Via Ubaldini 7, 61029 Urbino (PU), Italy & University of Urbino “Carlo Bo”, Department of Biomolecular Sciences, Section of Biochemistry and Molecular Biology, Via Saffi 2, 61029 Urbino (PU), Italy
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0278691511002730


Cellfood (Deutrosulfazyme) : Sebuah Antioksidan yang Sangat Kuat
Diskusi : Dengan potensi antioksidan biologis yang sangat tinggi (hampir 30x lebih tinggi daripada nilai normal dari plasma manusia yang sehat) Cellfood adalah sebuah antioksidan yang sangat kuat. Ini bisa dijelaskan melalui prinsip aktif dari Cellfood yang spesifik, yang juga karena ekstrak alam dan enzim antioksidan.
Konklusi : Cellfood adalah sebuah formula alami yang bisa mengurangi stress oksidatif dan berpotensi memiliki kegunaan dalam menghalangi penuaan biologis prematur.
*International Observatory of Oxidative Stress, Free Radicals and Antioxidant Systems (Parma, Italy). & Diacron International srl, Research and Development Department (Grosseto, Italy). *Eurodream srl, Research Department (La Spezia, Italy)


Pengujian Potensi Antioxidan Biologis , dengan hasil 64,747 ± 3,660.5 (CV, 5.7%)
Potensi Antioksidan Biologis (CELLFOOD = Diatas 60.000(Plasma Manusia Sehat = dibawah 10.000)
Studi Klinis Radikal Bebas
Menyajikan pengukuran untuk menilai pengurangan pada aktifitas radikal bebas yang berlebihan (Stress oksidatif) pada aliran darah menggunakan Cellfood
Hasil : Cellfood dengan sukses dan siknifikan mengurangi tingkat stress oksidatif (radikal bebas) pada setiap dari keenam grup subyek dengan rata rata dari 10%-27%
Oleh Michel Coyle,
Direktur Riset & Edukasi, NuLife Sciences
https://nuscience.com/wp-content/uploads/8-Free-Radical-Study.pdf


Cellfood meningkatkan metabolisme pernafasan dari sel Endothelial dan mencegah Hipoksia yang disebabkan oleh generasi ROS (Reactive Oxygen Species)


Mitokondria Endothelial, sebuah situs penting dari pembangkitan ATP, memodulasi dinamika intraseluler dari ROS, yang kemudian, mengendalikan fungsi endothelial.
Pasokan oksigen yang cukup diperlukan oleh sel endothelia. Hipoksia dan hyperoxia mungkin mendukung produksi dari ROS yang berlebihan sehingga bisa terjadinya stress oksidatif, kerusakan mitokondria dan disfungsi endothelial.
Kita menginvestigasi kemampuan dan mekanisme dari Cellfood, sebuah campuran antioksidan, untuk memodulasi ketersediaan oksigen, metabolisme pernafasan mitokondria dan untuk meregulasi ROS yang diproduksi oleh hypoxia pada sel endhothelial in vitro.
Hasil
Paparan secara singkat dan panjang terhadap Cellfood meningkatkan konsumsi O2 sehingga menjaga aktifitas mitokondria
Cellfood menghalangi hipoksia (kadar oksigen menurun pada jaringan tubuh) yang disebabkan oleh generasi ROS
https://air.unimi.it/retrieve/dfa8b98f-83a3-748b-e053-3a05fe0a3a96/287_06_11_article.pdf


Cellfood memicu apoptosis (mekanisme yang memungkinkan sel kanker untuk menghancurkan diri) pada sel kanker mesothelioma dan Sel kanker kolorektal pada manusia dengan memodulasi jalur sinyal p53, c-myc dan pAkt
Semua struktur sel kanker pada manusia ditekan pertumbuhan selnya pada 1:200 perawatan Cellfood dalam 24 dan 48 jam.
Cellfood menyebabkan apoptosis pada sel MSTO-211H (Biphasic Mesothelioma [Jenis kanker Mesothelioma]) & HCT-116 (Kanker Kolorektal), menyarankan bahwa Cellfood berperan penting dalam meregulasi pertumbuhan sel pada Struktur sel kanker manusia.
Cellfood bisa menjadi sebuah intervensi nutrasetikal (zat yang memiliki manfaat untuk memberikan perlindungan) untuk pencegahan pada kanker kolon dan mesothelioma


Modifikasi metabolisme dan induksi apoptosis setelah pemberian Cellfood pada Struktur Sel Leukimia
Dengan tujuan mengevaluasi efek antiproliferative (anti-perkembang biakan) dari Cellfood pada sel leukemia, dengan kemampuan memodulasi ketersediaan oksigen dan mengembangkan metabolisme pernafasan mitokondria, kami bertanya tanya jika Cellfood bisa mempengaruhi metabolisme sel kanker agar rentan terhadap apoptosis
Hasil : Cellfood secara siknifikan menghambat kelangsungan hidup sel leukemia dengan mempromosikan apoptosis pada sel Leukimia
Journal of Experimental & Clinical Cancer Research
https://jeccr.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/1756-9966-32-63.pdf


Studi efek dari Cellfood Liquid Concentrate pada Sistem Energi Manusia


Sistem energi dari 8 orang yang diuji di ukur sebelum dan 1 jam setelah penggunaan Cellfood Liquid Concentrate. Pengujian menggunakan AcuGraph Digital Meridian Imaging system.
Hasil rata-rata Sebelum dan sesudah dihitung dan dibandingkan untuk mengetahui jika ada perubahan pada ketidak seimbangan Yin Yang , Chi dan Stabilitas Energy.
Hasil menunjukkan perkembangan pada ketiga kategori tersebut
Michelle Schoffro Cook, DNM, DAc, CNC, Penulis Buku Terlaris dan Dokter
Pengujian Efektivitas Antimikroba sebagai Pengawet
Mendemonstrasikan efektifitas dari sebuah zat ketika digunakan sebagai pengawet atau aditif, untuk menghentikan pertumbuhan patogen (Organisme yang dapat menyebabkan gangguan Kesehatan) seperti E Coli, Aspergillus niger, Candida albicans, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
Hasil uji test telah memenuhi kriteria USP untuk Pengujian Efektivitas Pengawet Antimikroba
Pengujian dilakukan oleh Bioscreen Testing Service, Inc (Terdaftar di FDA [BPOMnya Amerika] & DEA)(Bersertifikasi ISO9001)
https://nuscience.com/wp-content/uploads/3-Antimicrobial-Preservative-test.pdf


Menunjukkan kemampuan sebuah zat untuk memperlambat perkembangan patogen
(Organisme yang dapat menyebabkan gangguan Kesehatan) yang diuji, sebagaimana bahan pengawet menjaga isi dari sebuah botol. Hasil menunjukkan bahwa Cellfood menghancurkan semua 5 patogen yang diuji, dan tidak balik selama 28 hari (masa uji coba)
Pengujian dilakukan oleh Bioscreen Testing Service, Inc (Terdaftar di FDA [BPOMnya Amerika] & DEA)(Bersertifikasi ISO9001)
https://nuscience.com/wp-content/uploads/1-USP-Challenge-test.pdf


Laporan Mikrobiologis : Pendataan pada pengurangan
Menguji kemampuan sebuah produk untuk membunuh organisme patogen (Organisme yang dapat menyebabkan gangguan Kesehatan) seperti E. Coli, Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus Aureus di dalam air minum
Pengujian dilakukan oleh Bioscreen Testing Service, Inc (Terdaftar di FDA [BPOMnya Amerika] & DEA)(Bersertifikasi ISO9001)
https://nuscience.com/wp-content/uploads/2-Microbiological-Log-Reduction-test.pdf




